Mentalitas Pemenang vs Mentalitas Pecundang
Hari ini kita akan berbicara soal mental pemenang!! Dan Kita akan belajar dari Daud.
1 Samuel 17, kisah pertempuran paling epik dalam Sejarah manusia yang dicatat Alkitab
Pernahkah Saudara mendengar tentang Roger Bannister? Sebelum tahun 1954, dunia atletik percaya bahwa tidak mungkin seorang manusia lari satu mil (sekitar 1,6 km) dalam waktu kurang dari empat menit. Ini adalah "tembok" psikologis, semacam Goliat yang tak terkalahkan dalam dunia lari. Para ilmuwan bahkan berpendapat bahwa secara fisiologis, tubuh manusia tidak mampu melakukannya. Itu adalah batas, dogma, keyakinan kolektif yang tak terpatahkan.
Melampaui Batas yang Tak Terlihat
Namun, pada tanggal 6 Mei 1954, Roger Bannister menentang semua keyakinan itu. Ia berlari satu mil dalam waktu 3 menit 59,4 detik! Apa yang terjadi setelah itu jauh lebih mencengangkan. Hanya dalam beberapa bulan, beberapa pelari lain juga berhasil memecahkan rekor empat menit itu. Dalam setahun, puluhan pelari melakukannya. Mengapa? Karena Bannister telah menghancurkan "Goliat" mentalitas yang membatasi. Ia membuktikan bahwa itu mungkin, dan begitu satu orang melakukannya, yang lain pun mulai percaya bahwa mereka juga bisa.
Dan coba tebak? Hingga hari ini, rekor lari satu mil terus diperbarui! Saat ini, rekor dunia pria dipegang oleh Hicham El Guerrouj dari Maroko dengan catatan waktu 3 menit 43,13 detik (sejak 1999), Mereka semua adalah bukti nyata bagaimana keyakinan dan mentalitas yang tepat bisa menghancurkan batas yang sebelumnya dianggap mustahil.
Kisah Roger Bannister ini sangat mirip dengan kisah Daud dan Goliat, bukan? Tidak hanya tentang kekuatan fisik atau strategi, tetapi tentang sesuatu yang jauh lebih dalam: mentalitas.
Mentalitas Pemenang vs. Mentalitas Pecundang
Ketika Goliat maju dengan gagah perkasa, seluruh pasukan Israel dilanda ketakutan. Mereka melihat ukuran Goliat, baju zirahnya yang megah, dan tombaknya yang seperti tiang penenun. Apa yang mereka lihat? Mereka melihat ketidakmungkinan. Mereka melihat kekalahan. Itulah mentalitas pecundang: fokus pada rintangan, memperbesar masalah, dan menyerah bahkan sebelum bertanding. Sama seperti bagaimana dunia melihat lari empat menit sebagai hal yang mustahil.
Namun, kemudian muncullah Daud. Seorang gembala muda, tanpa zirah, tanpa pedang, hanya dengan tongkat dan beberapa batu. Apakah Daud melihat Goliat sebagai raksasa yang menakutkan? Tidak! Daud melihat Goliat sebagai musuh Allah yang harus dikalahkan. Ia tidak terpaku pada ukuran Goliat, melainkan pada kebesaran Tuhan yang menyertainya. Daud tidak bertanya, "Bagaimana mungkin aku mengalahkan raksasa ini?", melainkan, "Siapakah orang tak bersunat ini sehingga ia berani mencemooh barisan Allah yang hidup?" Daud memiliki mentalitas pemenang.
Pilihan Ada di Tangan Kita
Pernahkah Saudara merasa seperti sedang menghadapi Goliat dalam hidup Anda? Sebuah masalah raksasa yang seolah tak mungkin dikalahkan, yang membuat lutut lemas dan semangat menciut?
Apa raksasa dalam hidupmu saat ini?
Mungkin itu adalah tantangan di tempat kerja, masalah keuangan yang mendesak, penyakit yang menggerogoti, atau bahkan konflik dalam keluarga yang tak kunjung usai, mungkin itu kepahitan hidup, mungkin itu dosa kesayangan kita.. Kita semua pernah merasakannya, bukan? Perasaan terintimidasi, seolah-olah kita hanyalah Daud kecil tanpa senjata, di hadapan musuh yang begitu perkasa.
Hari ini, kita akan bersama-sama merenungkan lebih dalam tentang mentalitas pemenang. Kita akan belajar dari Daud, bukan hanya tentang keberanian fisik, tetapi tentang keberanian iman yang mengubah perspektif. Kita akan melihat bagaimana pilihan mentalitas kita—apakah kita melihat masalah sebagai penghalang yang tak tertembus atau sebagai kesempatan bagi Tuhan untuk menyatakan kuasa-Nya dalam hidup kita— dan mentalitas inilah yang akan menentukan apakah kita berakhir sebagai pecundang atau tampil sebagai pemenang.
Seperti Roger Bannister yang memecahkan "tembok" mental di dunia lari, seperti Daud yang mengalahkan Goliat. firman Tuhan hari ini akan menantang kita untuk menghancurkan "Goliat" dalam hidup kita. Siapkah Saudara menghadapi Goliat dalam hidup Saudara dengan mentalitas pemenang seperti Daud?
Ciri Sikap Mental Pemenang

Daud adalah contoh orang yang memiliki mental pemenang. Berikut beberapa sikap Daud yang mencerminkan mental pemenang dalam diri Daud.
Berani Menghadapi Tantangan
Disaat semua orang Israel ketakutan dan tawar hati dengan Goliat, Daud justru memiliki sikap yang berbeda. Daud memutuskan untuk melawan Goliat.
1 Samuel 17:32 Berkatalah Daud kepada Saul: "Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu."
Menurut saudara apakah Daud sama sekali tidak takut melawan Goliat? Daud memang memutuskan untuk melawan Goliat dengan penuh keberanian, namun bukan berarti Daud tidak punya rasa takut. Seringkali kita mengartikan “keberanian” dengan kurang tepat.
Tahukah saudara…
Berani bukan berarti tidak memiliki rasa takut. Justru, berani adalah kemampuan untuk tetap bertindak meskipun merasa takut.
Orang yang berani tetap merasakan ketakutan—mereka hanya tidak membiarkan rasa takut itu menghentikan mereka. Misalnya:
Seorang pemadam kebakaran bisa merasa takut saat masuk ke gedung yang terbakar, tapi ia tetap melakukannya karena tahu itu tugasnya dan ia sudah terlatih.
Seorang pelajar bisa merasa takut gagal saat ujian, tapi tetap mencoba karena ingin belajar dan berkembang.
bahkan Yesus sendiri merasa ketakutan di taman Getsemani sesaat sebelum dia menghadapi penderitaan dan salib.
Jadi, keberanian bukan soal menghilangkan rasa takut, melainkan menghadapinya dan tetap melangkah.
Apa yang menjadi “Goliat-mu” hari-hari ini, hadapilah, tetaplah melangkah. Karena hanya orang yang bertarung yang akan mengalami kemenangan, hanya orang yang berperanglah yang akan mengalahkan musuh, hanya orang terus maju yang akan mengalami perubahan hidup. Melangkahlah dengan iman.
Mengapa Daud tetap melangkah meskipun ada ketakutan yang dia rasakan? karena dia ingat akan penyertaan Tuhan.
1 Samuel 17:37 Pula kata Daud: "TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu." Kata Saul kepada Daud: "Pergilah! TUHAN menyertai engkau."
Aplikasi: Ingat pertolongan Tuhan sebelumnya. Ambil langkah kecil dengan iman.
(Bahkan Daud belum tahu dengan apa dan bagaimana dia akan melawan Goliat, namun Dia memutuskan untuk menghadapinya)
Tapi daud tetap melangkah dengan iman, sampai akhirnya dia mendapat hikmat untuk melawan goliat dengan umban dan batu. bagian daud adalah melemparkan batu itu, dan biarkan Tuhan yang melesatkan batu itu tepat ditempat yang tak terlindungi dari tubuh goliat.
coba jika daud berperang dengan pedang, Daud akan mengalami kesulitan untuk memenggal leher Goliat karena badannya diperkirakan hanya sebatas perut Goliat
bagian kita adalah melakukan langkah kecil dengan apa yang bisa kita lakukan, selebihnya biarkan Tuhan yang ambil bagian dan membawa kita pada kemenangan.
Melihat Tantangan Dengan Mata Iman
Manusia memang hanya memiliki sepasang mata secara jasmani. Namun didalam Tuhan kita punya mata iman/mata rohani. Mata jasmani melihat kenyataan didepan, namun mata rohani melihat janji Tuhan. Mata jasmani melihat musuh datang, namun mata rohani melihat pertolongan Tuhan datang. Mata jasmani melihat musuh menyerang, masalah datang, tetapi hanya mata rohani yang melihat Tuhan juga datang membawa pertolongan bagi orang yang berharap kepadaNya.
1 Samuel 17:45-46 Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.
17:46 Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah,
Inilah mental pemenang yang bisa kita teladani dari Daud, melihat masalah dan tantangan dengan mata iman. Walaupun faktanya berat, faktanya susah, faktanya menakutkan. namun dengan mata iman kita bisa berkata “Tuhan pasti tolong”. Nantikanlah pertolongan Tuhan.
Melihat dengan mata iman bukan sekedar cerita fiksi, namun sebuah fakta bahwa Tuhan bekerja dengan jalan yang tak bisa kita lihat, Tuhan menolong dengan cara yang tak kita pahami, bahkan saat sepertinya Tuhan tidak terlihat, namun nyatanya Dia selalu ada bahkan berperang bagi kita.
Contoh: Elisa membuka mata Gehazi ketika dikepung pasukan Aram
2 Raja-raja 6:14-16
(14)Maka dikirimnyalah ke sana kuda serta kereta dan tentara yang besar. Sampailah mereka pada waktu malam, lalu mengepung kota itu.
(15) Ketika pelayan abdi Allah bangun pagi-pagi dan pergi ke luar, maka tampaklah suatu tentara dengan kuda dan kereta ada di sekeliling kota itu. Lalu berkatalah bujangnya itu kepadanya: "Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?"
(16) Jawabnya: "Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka."
(17) Lalu berdoalah Elisa: "Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat." Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.
kisah diatas merupakan fakta sejarah yang merupakan kejadian nyata bahwa Tuhan menyertai Elisa dengan pasukan yang begitu besar.
ilustrasi: Fanny J Crosby, seorang yang buta sejak kecil karena kesalahan penanganan medis.
Namun dia tidak menyerah, mata jasmaninya buta, namun tidak dengan mata imannya. Fanny Crosby menjadi penulis 8000 lagu rohani diantaranya sangat populer, yakni “mampirlah dengar doaku” “kuberbahagia, yakin teguh”.
Mengapa dia tetap bisa berkarya? Karena dia melihat dengan mata rohani.
Ketika masalah datang, poin pentingnya bukan pada masalahnya, namun pada cara kita memandang masalah. Cara kita memandang masalah jauh lebih penting dari masalah itu sendiri.
Dari Fanny Crosby kita belajar bahwa menjadi bahagia itu bukan soal keadaan hidup, namun soal cara pandang kita tentang Tuhan dan kehidupan.
Ketika dia ditanya, Jika bisa mengulang kehidupan, apakah dia ingin melihat atau tetap dalam keadaan buta? Dan Fanny menjawab “aku akan tetap memilih untuk buta, karena dengan demikian maka ketika pertama kali aku membuka mataku di Surga, yang pertama aku lihat adalah wajah penebusku.
Seperti Daud dan Fanny Crosby mari kita berdoa, kiranya bukan mata jasmani yang memimpin hidup kita, namun mata rohanilah yang menuntun kita. biarlah kita hidup berdasarkan iman, bukan karena melihat.
Apapun “goliat” dalam hidup saat ini, hadapilah dengan mata iman. Percayalah bahwa ada Tuhan yang jauh lebih besar dari masalahmu.
Membawa Tantangan Kedalam Hadirat Tuhan
Daud Bukan cuma melawan masalah dengan kekuatan sendiri, tapi membawa setiap tantangan kepada Tuhan.
Daud sebelum bertempur, tidak mengandalkan dirinya sendiri—ia menyebut nama Tuhan, menyatakan imannya di hadapan semua orang, dan menyerahkan pertempuran itu kepada Allah.
"Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku..." (1 Samuel 17:46)
Mari kita juga memiliki iman seperti ini, ketika persoalan datang, Katakan “hari ini juga Tuhan akan menyelesaikannya bagiku”
Aplikasi Praktis:
Bawalah pergumulan dalam doa
Izinkan Tuhan yang memimpin pertempuranmu.
Daud tidak hanya berani, tapi juga bersandar pada hadirat Tuhan. Itulah sumber kekuatan sejatinya
Ilustrasi: Burung Rajawali Membawa Ular keudara
Rajawali tidak akan bertarung dengan ular di darat, namun rajawali akan membawa ular ke udara, tempat dimana ular tidak punya kuasa, kesulitan bernafas dan lemas.
Kalau saudara punya masalah, masuk dalam ruang doamu berdoa. bawa masalahmu dalam hadirat Tuhan. Kalau saudara punya masalah dengan keluargamu, keuanganmu, kesehatanmu masuk ruang doamu doa. bawa masalahmu dalam hadirat Tuhan.
Setan gak takut saudara dengar Firman, iblis gak takut saudara pelayanan, iblis gak takut saudara pergi ke gereja. Iblis akan bilang oh lagi ke gereja, biarin, oh lagi pelayanan, biarin, oh lagi jadi WL biarin, oh lagi khotbah, biarin..
Iblis gak takut selama saudara cuma pergi ke gereja, tapi keluar gereja berantem lagi dengan pasangan, ngomong sembarangan, hidup sembrono.. dia akan bilang “tuh kan biarin aja, ke gereja tuh cuma kunjungan doang!!
Tapi Iblis mulai ketar ketir ketika saya dan saudara melakukan Firman Tuhan.
tapi iblis mulai panik kalau saudara malam sebelum tidur masuk ruang doamu, dan engkau menangis sama Tuhan.
dia akan berkata: wah bahaya ini, target kita udah mulai main di area kekuasaan Tuhan, target kita udah mulai minta backup sama yang maha tinggi, Gawat bos, tiap malam dia udah minta bekingan sama yang menciptakannya, setiap malam dia bawa tuduhan-tuduhan kita tuduhkan kedalam hadiratnya..
disitulah iblis mulai gemetar, dan pelan-pelan tapi pasti, kemenangan pasti terjadi dalam hidup kita
bahkan nanti kita akan menemukan, bahwa jika kita berdoa untuk ekonomi, nanti ekonominya udah gak penting lagi, kalau engkau berdoa untuk sakit, itu sudah tidak penting lagi. engkau berkata, sembuh tidak sembuh aku tetap cinta Tuhan, ditolong tidak ditolong aku mengasihi Tuhan, dibela tidak dibela aku tetap melayani Tuhan, karena dia sudah sangat baik buat saya.
karena bagi kita, hubungan itu lebih penting dari semuanya. oleh sebab itulah daud juga begitu.. lebih baik satu hari dipelataran Tuhan daripada seribu hari ditempat lain. Kemenangannya melawan Goliat tidak menjadikannya sombong dan melupakan Tuhan, justru itu membawanya lebih dekat dan dalam dengan Tuhan.
Perjuangan Kita Yang Sesungguhnya
Efesus 6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
Lihat ayat itu
Lawan kita bukan pasangan kita, tetapi roh yang mencoba mengelabui kita sehingga selalu emosi dan marah dan kecewa dengan pasangan kita
Lawan kita bukan ekonomi, tetapi roh yang membuat kita sombong saat kita banyak harta atau kuatir saat segalanya terasa kurang
Lawan kita bukan sakit penyakit, tetapi roh yang membuat kita kuatir saat sakit itu datang, lalu kita kehilangan iman dan pengharapan kita kepada Tuhan
Lawan kita bukan keluarga, teman, bos, pimpinan atau orang yang menyakiti dan mengecewakan kita, lawan kita adalah roh yang membuat kita pahit, sakit dan kecewa dengan tindakan orang lain
Mari sore ini kita miliki mental pemenang daud, hadapi Goliat dalam hidupmu dengan berani, lihatlah dengan mata iman, dan bawa dalam hadirat Tuhan, maka kemenangan pasti terjadi atas hidup kita!!
Posting Komentar untuk "Mentalitas Pemenang vs Mentalitas Pecundang"